Hadapi El Nino, BPBD Majene Perketat Koordinasi Lintas Sektor Cegah Bencana

MAJENE– langkah antisipasi bencana yang utama dalam menghadapi fenomena El Nino, meliputi penguatan ketersediaan cadangan air melalui waduk dan embung, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta penjagaan ketahanan pangan dan distribusi air bersih secara terkoordinasi bagi masyarakat.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana Akibat El Nino, di Aula Kantor BPBD Majene, Rabu, (05/09/2026).

Rakor yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Majene Suardi, dihadiri Badan Metrologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Majene, TNI, Polri, PMI, Basarnas dan staf lainnya.

Dalam rakor, Delegasi BMKG Majene Setiawan SR memprediksi puncak El Nino di wilayah Sulbar terjadi hiingga tahun depan. “Kondisi ini berpotensi menyebabkan curah hujan di bawah normal, kekeringan, hingga peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan,” tutur Setiawan.

Sementara pelaksana BPBD Majene Suardi mengatakan, pemerintah daerah diharapkan segera melakukan tindakan persiapan untuk mengantisipasi terjadinya bencana Elnino ini.

“El Nino bukan untuk ditakuti, tapi harus diwaspadai bersama. Kita tidak boleh kecolongan. Rakor ini untuk menyamakan persepsi dan langkah antisipasi,” tegas Suardi.

Ia menjelaskan, hasil Rakor akan disampaikan ke hadapan Bupati Majene untuk mengambil langkah strategis dalam upaya pencegahan dampak kekeringan yang bakal terjadi di Sulbar dan khususnya di wilayah Majene.

“Kita harus bergerak cepat. Jangan sampai masyarakat kekurangan air bersih dan gagal panen. Hal seperti itu hendaknya dilaporkan cepat jika ada kejadian di lapangan,” pesannya.

Dengan adanya koordinasi ini, BPBD Majene berharap dampak El Nino bisa diminimalisir dan masyarakat tetap aman. (rls/hmn)

BACA JUGA:  Jelang Nataru, Bahtiar Tinjau Langsung Stok Bahan Pokok

Komentar