MAJENE – Kepolisian terus memantau keseimbangan antara kuota pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan laju pertumbuhan penduduk di setiap daerah.
Langkah ini, untuk mengantisipasi kelangkaan BBM sangat krusial dalam mencega kelumpuhan ekonomi, menghindari antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan menekan potensi gesekan sosial di masyarakat serta melindungi mobilitas warga dan kestabilan harga bahan pokok.
Dalam rangka mengantisipasi potensi kelangkaan BBM, Polres Majene melalui Kanit II Ekonomi Satuan Intelijen dan Kamtibmas (Sat Intelkam) Ipda Ahmad terus berupaya meningkatkan kegiatan pengawasan dan monitoring di sejumlah SPBU di wilayah hukum Kabupaten Majene.
Kegiatan ini, dengan melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan stok BBM, sistem distribusi, serta memastikan tidak adanya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat.
“Personel juga melakukan koordinasi dengan pihak pengelola SPBU dan instansi terkait, guna menjaga stabilitas pasokan BBM,” terang Ipda Ahmad, Senin (25/05/2026).
Ia menyampaikan pesan Kapolres Majene, bahwa pengawasan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya dalam hal ketersediaan BBM.
“Pengawasan ini kami lakukan secara rutin untuk mencegah terjadinya kelangkaan serta memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan dan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Dengan adanya pengawasan yang intensif dari Polres Majene, diharapkan situasi ketersediaan BBM tetap aman dan kondusif, serta tidak terjadi gangguan yang dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat,” harapnya. (rls/hmn)







Komentar