FKPT Sulbar–Kesbangpol Sulbar Perkuat Kerjasama Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional

MAMUJU – Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Barat melakukan ausiensi dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar Darwis Damir. Bertempat di Kantor Kesbangpol Sulbar, Kamis, 5 Februari 2026.

Dalam adiensi tersebut, Ketua FPKP Sulbar Muhammad Sahlan didampingi sejumlah pengurus dan tim satuan tugas FKPT Sulbar.

Sahlan menegaskan eksistensi fungsi dan peran FKPT pada tingtkat provinsi sebagai mitra strategis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI.

Tugas FKPT yang paling krusial adalah sebagai mitra BNPT dalam melaksanakan pencegahan radikalisme dan terorisme di daerah.

Sahlan pun memperkenalkan sejumlah pengurus yang hadir dan tupoksi bidang yang ada di FKPT Sulbar.

Tugas utamanya FKPT Sulbar sesuai bidang masing-masing adalah meliputi penelitian, sosialisasi moderasi beragama, pemberdayaan pemuda, edukasi perempuan dan anak, serta literasiinformasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat.

Khusus pada bidang Penelitian dan Pengkajian, Sahlan menyampaikan bahwa FKPT Sulbar telah menyelesaikan survei Indeks Potensi Radikalme (IPR) dan Indeks Resiko Terorisme (IRT) tahun 2025 sebagai kegiatan mandatory dan BNPT.

Tujuan survei IRT adalah untuk memetakan potensi radikalisme di masyarakat, terutama melalui literasi digital dan geografi untuk memahami kondisi riil.

Sementara survey IRT bertujuan untuk mengukur tingkat resiko ancaman terorisme dengan fokus pada dimensi target dan dimensi pelaku.

Sahlan menegaskan bahwa survei IPR dan survei IRT merupakan bagian dari upaya FKPT dan BNPT dalam memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap paham radikal serta menjaga stabilitas keamanan daerah.

Adapun peran FKPT, kata Sahlan, adalah melakukan peringatan dini dan mitigasi (Early Warning) dengan melakukan deteksi dini dan mitigasi terhadap ancaman radikal terorisme di tingkat daerah.

Berbagai kegiatan telah dilakukan FKPT Sulbar sesuai bidang masing-masing dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Utamanya pada upaya mengedukasi masyarakat, pemuda, perempuan dan anak dalam membangun kesadaran bahaya radikalisme.

BACA JUGA:  Perkuat Sektor Bahari, Suhardi Duka Dorong Tiga Program Perikanan Prioritas

Peran lain FKPT, lanjutnya, adalah membangun kolaborasi sinergi lintas sektoral, termasuk dengan Kesbangpol Sulbar.

Apalagi, kata Sahlan, Kepala Kesbangpol Sulbar merupakan Pembina FKPT Sulbar.

Untuk itu, Sahlan juga meminta kepada Kepala Kesbangpol Sulbar agar FKPT Sulbar dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan strategis khususnya terkait dengan wawasan kebangsaan dan kewaspadaan nasional.

Sahlan pun berharap Kesbangpol Sulbar dapat memasilitasi sekretariat FKPT Sulbar di Kantor Kesbangpol Sulbar.



Atas audiensi tersebut Darwis Damir menyampaikan aprisiasi. Menurutnya, Kesbangpol Sulbar memiliki tugas yang dapat bersinergi dengan FKPT. Utamanya membantu gubernur dalam upaya meningkatkan kewaspadaan nasional di daerah.

Berbagai peran Kesbangpol Sulbar juga dapat dikolaborasikan dengan FKPT Sulbar dalam bentuk kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, khususnya pada kolaborasi pentahelix.

Khusus pada upaya peningkatan kewaspadaan nasional di daerah, Darwis Damir menegaskan bila Kesbangpol Sulbar aktif melakukan deteksi dini dan pencegahan berbagai konflik sosial.

Termasuk, kata dia, baru-baru ini Kesbangpol Sulbar mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai unsur dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Sulbar.

Darwis Damir juga meminta kepada FKPT Sulbar untuk segera mengusukan kegiatan yang kemungkinan dapat dikerjasamakan dengan Kesbangpol Sulbar.

“Semoga dalam waktu dekat, Kesbangpol Sulbar dan FKPT Sulbar dapat mengadakan pertemuan tindak lanjut,” ujarnya, sembari mempersilahkan Pengurus dan Satgas FKPT Sulbar untuk menyantap penganan cendol yang telah disiapkan.

Darwis Damir sendiri yang membagikan cendol dalam gelas plastik tersebut. “Silakan dinikmati, mohon maaf saya tidak menemani menikmati cendol. Saya lagi puasa,” tutupnya. (***)

Komentar