Nelayan Dilaporkan Hilang, Polsubsektor Tubo dan Warga Lakukan Pencarian

MAJENE, PROSULBAR.COM – Nelayan disarankan untuk melihat dan memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelum memutuskan untuk melaut.

Pantauan ini, agar dapat mengetahui perkembangan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut, sehingga dapat meminimalisir potensi risiko kecelakaan laut akibat cuaca yang tidak bersahabat.

Seorang nelayan kembali dilaporkan hilang di wilayah pesisir Kabupaten Majene, yang terjadi di Dusun Batumettodo Desa Onang Kecamatan Tubo Sendana.

Peristiwa ini, terjadi pada Kamis 29 Januari 2026. Namun hingga kini korban masih dalam pencarian dari vaparat kepolisian bersama warga setempat.

Kapolsubsektor Tubo Sendana, Ipda Akil membenarkan, adanya laporan nelayan hilang dan sampai saat ini belum ditemukan. “Seorang ini bernama Muh. Rifai (31), warga Dusun Batu Taku Desa Onang Kecamatan Tubo Sendana,” terang Ipda Akil.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga setempat, pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 Wita, Muh. Rifai diketahui keluar melaut seorang diri menggunakan perahu katinting untuk memancing ikan. “Lokasi memancing diperkirakan berada sekitar satu mil dari bibir pantai,” tuturnya.

Hingga menjelang siang, korban tidak kunjung kembali. Namun sekitar pukul 11.00 Wita, seorang warga bernama Amrin melihat sebuah perahu katinting tanpa awak terombang-ambing di laut, berjarak kurang lebih 500 meter dari pinggir pantai.

“Menyadari kondisi itu, Amrin kemudian memanggil rekannya bernama Adong untuk bersama menarik perahu tersebut ke daratan,” jelasnya.

Perahu katinting itu, akhirnya berhasil dievakuasi ke tepi pantai tepatnya di Dusun Batu Metod’do, Desa Onang. “Setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan keberadaan pemilik perahu, yang kemudian diketahui merupakan milik Muh. Rifai. Dan segera dilaporkan kepada aparat setempat,” terangnya.

Atas laporan itu, personel Polsubsektor Tubo Sendana bersama warga langsung melakukan upaya pencarian di sekitar perairan lokasi ditemukannya perahu.

BACA JUGA:  Prasetyo Hadi Nilai Kenaikan Tarif Wisata Candi Borobudur Kurang Tepat

“Pencarian dilakukan dengan menyisir area laut dan pesisir pantai, meski hingga saat ini korban belum ditemukan,” katanya.

Kapolsubsektor Tubo Sendana Ipda Akil menyampaikan, bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan masyarakat dan unsur terkait untuk melanjutkan pencarian.

“Jadi kita mengimbau warga, khususnya para nelayan, agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan keselamatan saat melaut,” pesannya.

Upaya pencarian lanjutnya, masih terus dilakukan bersama warga setempat sambil menunggu Tim Basarnas. “Kami berharap korban dapat segera ditemukan dan mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait agar segera melapor kepada petugas,” pintanya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap Muh. Rifai masih berlangsung, dan situasi di lokasi tetap dalam pemantauan pihak kepolisian. (hmn)

Komentar