Bekali WB Bahasa Asing, Rutan Majene Hadirkan Metode Belajar Lewat Media Visual

MAJENE, PROSULBAR.COM – Program bahasa Inggris bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar memiliki daya saing setelah selesai menjalani masa hukuman.

Selain itu, kelas bahasa Inggris untuk WB merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian dan kemandirian untuk membekali dengan keterampilan,meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan kembali ke masyarakat dengan nilai tambah.

Seperti dilakukan pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene dengan memberikan kelas Bahasa Inggris bagi WB di Aula Rutan Kelas IIB Majene, Senin (09/02/2026).

“Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran guna memperkaya kemampuan bahasa asing WB melalui metode yang interaktif dan menyenangkan,” tutur Christy Jozef Thenu Kepala Rutan Majene.

Dijelaskan, kelas bahasa Inggris, merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang dipandu peserta Magang Nasional Rutan Majene dan diikuti sebanyak 15 orang WB.

“Adapun rangkaian kegiatan, peserta magang memberikan materi terkait ungkapan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari melalui media visual dalam bentuk video yang menampilkan potongan film,” jelasnya.

Christy Jozef Thenu mengemukakan, program kelas bahasa Inggris, memberikan bekal keterampilan tambahan bagi WB agar tetap produktif dan memiliki daya saing setelah bebas nanti.

“Bahasa Inggris adalah jendela dunia. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga pulang dengan membawa ilmu baru yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” jelasnya.

Pemilihan metode lanjutnya, pembelajaran yang interaktif sengaja dilakukan agar para peserta tidak merasa jenuh. “Kita berharap kegiatan ini dapat terus berkesinambungan dan mencakup lebih banyak peserta di masa mendatang sebagai bagian dari pemenuhan hak pendidikan bagi WB,” harapnya.

Sementara peserta magang Familya menuturkan, antusiasme WB dalam mengikuti kelas bahasa Inggris sangat luar biasa di luar ekspektasi tim pengajar.

BACA JUGA:  Hinca Panjaitan Apresiasi Pemerintah Akomodir Kebebasan Pers di KUHP

“Mereka sangat fokus saat menyimak materi. Penggunaan potongan film terbukti efektif menarik perhatian mereka karena materi menjadi lebih mudah dicerna dan tidak membosankan,” urai Familya.

Ia mengungkapkan, tantangan utama, adalah menyesuaikan tingkat pemahaman yang berbeda-beda, namun dengan pendekatan visual, setiap peserta mampu menangkap inti dari percakapan sehari-hari yang diajarkan. “Kami berharap apa yang kami bagikan hari ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar,” harapnya.

Salah seorang WB Mufli, mengaku sangat senang dengan program kelas bahasa Inggris, karena dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. “Awalnya saya kira belajar bahasa Inggris itu susah, tapi dengan menonton video tadi jadi lebih asyik. Saya jadi tahu ungkapan-ungkapan sederhana yang bisa saya praktikan langsung,” akunya. (rls/hmn)

Komentar