Pemkab Majene Peringati Peristiwa Pembantaian Galung Lombok

MAJENE, PROSULBAR.COM – Dalam rangka memperingati Peristiwa Pembantaian Galung Lombok 1 Februari 1947, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene melaksanakan kegiatan ziarah ke makam korban pembantaian yang diperkirakan mencapai 40.000 jiwa, bertempat di Desa Galung Lombok Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (06/02/2026).

Kegiatan ziarah ini, dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Majene, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merawat sejarah, nilai budaya, serta memori kolektif perjuangan bangsa.

Ziarah dipimpin Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani, dan dihadiri mantan Bupati Majene H. Kalma Katta, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Majene, jajaran LVRI Kabupaten Majene, serta keluarga dan ahli waris korban pembantaian Westerling.

Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene Achmad Djamaan bersama Sekretaris Dinas dan para Kepala Bidang, yang secara langsung mendampingi rangkaian kegiatan ziarah dan doa bersama.

Dalam pelaksanaannya, yang bertindak selaku Pembawa Acara adalah Kepala Bidang Seni Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Fyan Ilbas, sementara doa dipimpin Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Majene.

Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan doa bagi para syuhada yang gugur dalam peristiwa kelam sejarah bangsa, sekaligus menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan rakyat Sulawesi Barat dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Hari ini, seluruh peserta ziarah berkumpul dalam rangka memperingati salah satu kejahatan kemanusiaan tertinggi yang pernah dilakukan Pasukan Belanda yang dipimpin oleh Westerling.

Peringatan ini juga menjadi upaya nyata masyarakat Mandar untuk terus menggaungkan lembaran hitam sejarah penindasan hak asasi manusia. Peristiwa Galung Lombok akan senantiasa dikenang sebagai salah satu lembaran kelam dalam perjalanan sejarah masyarakat etnis Mandar.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Lantik Rycko Amelza Dahniel Sebagai Kepala BNPT

Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani menyampaikan, bahwa peringatan Peristiwa Galung Lombok bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi sejarah agar tragedi kemanusiaan serupa tidak pernah terulang kembali.

“Peristiwa Galung Lombok adalah luka sejarah yang harus terus kita ingat. Melalui ziarah ini, kita meneguhkan komitmen untuk menjaga nilai kemanusiaan, persatuan, serta menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi penerus,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Disbudpar Majene Achmad Djamaan juga menyampaikan, bahwa peringatan Peristiwa Pembantaian Galung Lombok 1 Februari 1947, menjadi bagian penting dari upaya pelestarian sejarah dan edukasi publik, khususnya bagi generasi muda, agar memahami perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.

Kegiatan ziarah diawali dengan doa bersama dan ditutup dengan peletakan karangan bunga serta tabur bunga di makam para korban, sebagai simbol penghormatan dan duka mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi pada 1 Februari 1947.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Majene berharap nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan kemanusiaan yang terkandung dalam Peristiwa Galung Lombok terus hidup dan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat. (rls/hmn)

Komentar