MAJENE, PROSULBAR.COM – Memberantas buta huruf, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan warga binaan agar mandiri serta siap kembali ke masyarakat.
Pembelajaran yang dilakukan, dengan metode sederhana, komunikatif, dan intensif, meliputi pengenalan huruf, angka, membaca, menulis, serta berhitung.
Langkah ini juga digelar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene yang merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang humanis dan edukatif, yang terbukti membantu warga binaan dalam meningkatkan kemampuan dasar.
Kegiatan kelas belajar aksara bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Majene, menjadi wadah pembelajaran bagi warga binaan yang masih belum mampu mengenal huruf dan membaca.
“Kelas belajar aksara dipandu peserta magang nasional Rutan Majene dan diikuti tiga orang warga binaan,” terang Kepala Rutan Majene Christy Jozef Thenu, Rabu (28/01/2026).
Dituturkan, terdapat beberapa metode pembelajaran yang diberikan, meliputi pengenalan huruf, latihan menulis huruf, hingga menulis kalimat sederhana dengan memanfaatkan media balok huruf agar pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami.
Christy Jozef Thenu menjelaskan, Rutan Majene senantiasa berkomitmen memberikan pembinaan sesuai kebutuhan warga binaan, termasuk pembelajaran aksara dan membaca bagi yang belum memiliki kemampuan.
“Kemampuan mengenal huruf dan membaca merupakan bekal dasar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Selain itu, pembelajaran aksara merupakan bagian dari pembinaan kepribadian untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) warga binaan. Dengan kemampuan membaca dan menulis, tentu diharapkan lebih siap menjalani kehidupan sosial serta mampu beradaptasi setelah kembali ke masyarakat.
Ia mengapresiasi inovasi dan kreativitas peserta magang nasional yang menghadirkan metode pembelajaran menggunakan balok huruf sebagai media edukatif. “Pendekatan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi warga binaan,” ujar Christy Jozef Thenu.
Ia menjelaskan, melalui pembinaan kepribadian, peserta magang memperoleh wadah untuk berinovasi dan berkreasi dalam kegiatan pembinaan sehingga kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja dapat terasah.
“Di sisi lain, warga binaan juga memperoleh kemampuan membaca. Dari sini kita bisa melihat, bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak,” urainya.
Sementara, salah seorang warga binaan bernama Ucok mengucap rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan belajar membaca yang dinilai menjadi bekal dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam aktivitas sosial dan ekonomi.
“Saya sangat bersyukur ada kegiatan seperti ini. Saya menyadari bahwa kemampuan membaca sangat dibutuhkan, terutama dalam dunia pekerjaan dan menjalani aktivitas ekonomi sehari-hari,” ucapnya. (hmm)







Komentar