Program Posyandu, Haeruddin: Ini Adalah Tanggungjawab Bersama

MAJENE – Aparat desa mengatensikan untuk memberikan perhatian penuh pada pelayanan Posyandu dan memastikan optimalisasi layanan kesehatan dasar masyarakat.

Fokus utama adalah mencakup peningkatan kualitas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pemantauan gizi untuk pencegahan stunting, serta implementasi layanan kesehatan terintegrasi berbasis siklus hidup.

Hal ini, sebagai bagian dari upaya optimalisasi dan sebagai bentuk atensi dan evaluasi yang dijalankan Pemdes di wilayahnya, dengan beberapa sarana dan prasarana, seperti mengevaluasi ketersediaan alat ukur, timbangan, dan kelengkapan medis lainnya, serta mengusulkan pengadaannya melalui Musyawarah Desa (Musdes).

Selain itu, Pemdes memastikan Posyandu melayani seluruh siklus hidup warga, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia.

Juga mengupayakan peningkatan kapasitas dan memberikan dukungan penuh kepada kader Posyandu untuk kelancaran operasional dan pembaruan sistem pelaporan kesehatan. Mengalokasikan dana desa secara tepat untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) demi mencegah masalah gizi pada balita dan ibu hamil.

Program ini, terus dilakukan Pemdes Mekkatta Kecamatan Malunda. “Kesehatan ibu hamil dan balita bukan hanya urusan keluarga, melainkan tanggung jawab kita bersama seluruh warga desa,” tegas Muhammad Haeruddin Kades Mekkatta, Selasa 23/06/2026).

Ia menguraikan, di dalam rahim ibu yang sehat dan tawa balita yang ceria, terdapat masa depan desa yang cerah. “Mari jadikan Posyandu sebagai wadah kebersamaan untuk merawat generasi emas kita.” pinta kades yang biasa dipanggil Endy itu.

Program ini, melibatkan bidan desa, gizi dan kader posyandu Dusun Tamaindung sekaligus memberikan reward bagi balita yang 3 bulan berturut-turut naik BB dan tinggi badan.

“Kami juga membagikan bingkisan alakadarnya untuk 2 anak- anak berupa snack dan membagi ikan untuk warga Dusun Tamaindung. Saya didampingi bendahara desa dan kaur kesra,” ujarnya. (hmn)

BACA JUGA:  Tragedi Kanjuruhan, Luka Eksotika Sepak Bola

Komentar