MAJENE, – Rumah singgah tentu menyediakan sejumlah fasilitas, seperti tempat tinggal sementara gratis bagi pasien rujukan dan keluarganya, kamar inap, kebutuhan makan serta ambulans gratis.
Fasilitas ini, untuk mendukung pasien kurang mampu dari luar kota selama masa pengobatan rawat jalan. Termasuk Ambulans wajib aktif dan siap beroperasi.
Ambulans di rumah singgah berperan penting untuk mengantar pasien darurat ke rumah sakit, serta antar jemput pasien untuk kontrol rawat jalan.
Mengingat pasien rumah singgah, pasien membutuhkan penanganan medis. Untuk itu, ambulan harus siap sedia untuk menghindari keterlambatan penanganan yang berisiko fatal.
Keberlanjutan operasional ambulans sangat krusial untuk menunjang misi sosial rumah singgah dan menjamin pasien mendapatkan layanan kesehatan.
Namun Ambulans Rumah Singgah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene yang berlokasi di BTN Wesabbe Makassar justru tidak berfungsi. Kondisi ambulan itu, tidak dapat beroperasi sejak Januari 2026 hingga saat ini.
“Kerusakan ambulans rumah singgah untuk warga Majene saat ini, tentu menghambat operasional pengantaran pasien,” tutur Nadia seorang keluarga pasien dari rujukan Majene itu, Jumat (10/04/2026).
Keluarga pasien lainnya juga mengungkapkan, ambulans rumah singgah merupakan komponen krusial dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien kurang mampu yang membutuhkan transportasi dari rumah singgah ke rumah sakit rujukan.
“Jika ambulans rumah singgah tidak berfungsi atau tidak beroperasi, dampak yang ditimbulkan cukup signifikan, terutama pasien yang membutuhkan perawatan intensif atau rujukan, seperti kanker, cuci darah, dan lainnya, akan kesulitan untuk melakukan kontrol rutin atau mendapatkan tindakan medis tepat waktu,” ujarnya. (hmn)







Komentar