Harga BBM Eceran Melonjak, Warga Desak Pertamina Buka SPBU Malunda

MAJENE, PROSULBAR.COM – Harga eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tinggi memang sering kali berdampak buruk pada masyarakat, terutama pada kelompok berpenghasilan rendah.

Seperti harga BBM jenis bensin Pertalite akibat penutupan sementara pasca insiden kebakaran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Malunda Kabupaten Majene melonjak hingga mencapai Rp15 ribu per liter.

Diketahui, pasca insiden kebakaran, pihak pengelola SPBU Malunda telah menyampaikan laporan internal kepada Pertamina. Menindaklanjuti laporan itu, Pertamina menginstruksikan penutupan sementara SPBU Malunda untuk kepentingan evaluasi pasca insiden.

Namun, sejak penutupan sekitar tanggal 20 Januari 2026, hingga kini pihak pertamina belum mengeluarkan penjelasan secara resmi kapan SPBU Malunda dapat kembali beroperasi.

Kondisi ini, memicu keluhan masyarakat, mengingat SPBU Malunda merupakan akses utama pengisian BBM bagi warga di wilayah Malunda dan sekitarnya.

“Warga sangat kesulitan dan terpaksa membeli BBM eceran dengan harga yang jauh lebih mahal, dengan harga mencapai Rp15 ribu per liter,” aku Ali warga setempat, Minggu (25/01/2026).

Dikatakan, warga mendesak agar Pertamina segera menyelesaikan proses evaluasi dan membuka kembali SPBU Malunda, dengan catatan seluruh operasional telah dipastikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta aman bagi publik.

“Selain aspek keselamatan, ketersediaan BBM merupakan kebutuhan mendasar masyarakat,” ujarnya.

Secara regulasi, kewajiban penyediaan dan pendistribusian BBM diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, khususnya Pasal 28 ayat (2) yang menegaskan bahwa pemerintah menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat.

Selain itu, peran negara dalam penguasaan sumber daya energi juga ditegaskan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

BACA JUGA:  Sandeq Silumba 2025 Disiapkan Tembus Kalender Event Internasional

Pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Pertamina guna memperoleh kejelasan terkait waktu operasional kembali SPBU Malunda. Konfirmasi dilakukan melalui email dan pesan WhatsApp resmi kepada pihak Pertamina. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan yang diterima. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon belum dapat dilakukan secara optimal karena bertepatan dengan hari libur.

Sementara itu konfirmasi kepada pihak SPBU Malunda belum membuahkan hasil, dikarenakan pihak SPBU Malunda engang untuk berkomentar ke media, dan menyarankan untuk konfirmasi kepihak pertamina langsung.

Warga berharap Pertamina segera memberikan kepastian dan mengambil langkah cepat agar SPBU Malunda dapat kembali beroperasi, sehingga distribusi BBM kembali normal dan beban masyarakat akibat mahalnya harga BBM eceran dapat segera teratasi. (edy/hmn)

Komentar