Saat HP Kalah, 123 Siswa MBS At-Tanwir Mamuju Hafidz Al-Quran

MAMUJU — Di tengah serbuan teknologi digital yang membuat telepon genggam seolah melekat di tangan anak-anak, masih ada orang tua yang mampu mengalihkan perhatian putra-putrinya dari layar menuju lembaran Al-Qur’an. Hasilnya tampak nyata dalam Wisuda Tahfidz dan Akhirussanah MBS At-Tanwir Mamuju yang berlangsung penuh haru di Hotel Town Square Mamuju, Senin (2/6/2026) bertepatan 16 Zulhijjah 1447 H.

Tangis bahagia pecah ketika satu per satu santri hafidz dan hafidzah turun dari panggung wisuda lalu mencari kursi tempat ayah dan ibunya duduk. Pelukan syukur tak terhindarkan. Perjuangan bertahun-tahun mendampingi anak menghafal Al-Qur’an seakan terbayar lunas pada hari itu.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat sekaligus Mudir MBS At-Tanwir Mamuju, K.H. Wahyun Mawardi, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang berhasil menjaga anak-anaknya dari ketergantungan gawai dan mengarahkan mereka menjadi generasi pecinta Al-Qur’an.

“Di saat banyak anak sulit dipisahkan dari HP, hari ini kita menyaksikan anak-anak yang akrab dengan Al-Qur’an. Selamat kepada para orang tua yang berhasil mengantarkan putra-putrinya sampai pada wisuda tahfidz ini,” ujarnya.

Menurutnya, menghafal Al-Qur’an merupakan investasi yang tidak akan pernah rugi. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca bernilai sepuluh kebaikan. Bahkan Al-Qur’an akan menjadi sahabat dan pemberi syafaat bagi pembacanya di hari kemudian. Karena itu, budaya membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju, H. Ramli, L.S.Ag, memberikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, amal usaha Muhammadiyah terus tumbuh menjadi mitra strategis pemerintah dalam membentuk generasi berilmu dan berakhlak. Karena itu, pihaknya siap mendukung kelancaran layanan pendidikan, termasuk melalui bantuan dana BOS sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA:  Gubernur Sulbar Sidak di Kantor Bapenda, Pastikan Layanan Tetap Optimal

Sebelum prosesi wisuda, para tamu disuguhi berbagai penampilan yang memadukan seni, budaya, dan pendidikan karakter. Mulai dari tarian anak TK, tarian gendang, atraksi Tapak Suci, paduan suara 99 Asmaul Husna, lagu renungan untuk orang tua dan guru, hingga puisi tentang doa orang tua yang membuat suasana berkali-kali berubah menjadi haru.

Puncaknya, sebanyak 123 santri hafidz dan hafidzah resmi diwisuda. Bukan sekadar kelulusan, tetapi penanda lahirnya generasi yang berhasil memenangkan pertarungan besar zaman ini: memilih Al-Qur’an ketika banyak anak seusianya tenggelam dalam dunia digital.

Acara tersebut dihadiri Ketua PWM Sulawesi Barat, PDM Mamuju, Ketua Badan Pembina Pondok Pesantren, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju, Rektor UNIMAJU, pengurus PWA, PDA, Nasyiatul Aisyiyah, para guru, tokoh masyarakat, serta ratusan orang tua santri.

Hari itu, pesan yang tertinggal sangat sederhana namun mendalam: jika banyak orang berlomba memberikan anak teknologi terbaik, para orang tua ini memilih memberikan bekal yang jauh lebih abadi, Al-Qur’an. Ketika HP berhasil merebut banyak waktu anak-anak, Al-Qur’an masih mampu merebut hati mereka. (***)

Komentar