Kelangkaan BBM, Pemerintah Diminta Lakukan Upaya Strategis

MAJENE – Fenomena Panic Buying di tengah kekhawatiran stok tipis memicu antrean panjang di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Majene.

Isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah ini menjadi sorotan tajam dan memicu kritik bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene kurang antisipatif, meskipun pemerintah mengklaim stok secara nasional aman.

Seorang tokoh masyarakat Muhammad Arsalin Aras mengaku, BBM jenis pertalite di sejumlah pengecer di wilayah perkotaan Majene mulai mengalami kelangkaan.

“Saya turun ke lapangan untuk melihat apakah cocok teori dengan fakta di lapangan, dan tak satupun pengecer BBM jenis pertalite yang menjual,” aku Arsalin yang juga mantan Ketua KPU Majene itu, Kamis (02/04/2026).

Masyarakat Majene lainnya menuturkan, situasi ini, menunjukkan tantangan dalam sinkronisasi pasokan antara SPBU dengan pemerintah di bawah sorotan untuk memastikan distribusi tidak terhambat.

“Kelangkaan BBM yang terjadi saat ini sering kali dipicu dugaan penimbunan yang dilakukan oknum pengecer atau pihak tertentu untuk mencari keuntungan sepihak,” tuturnya.

Dikatakan, stok BBM nasional dipastikan aman, namun kelangkaan di tingkat pengecer sering kali disebabkan penyalahgunaan distribusi.

“Untuk itu, pemerintah harus melakukan upaya strategis untuk mengatasi kelangkaan BBM dan pengawasan untuk mencegah penimbunan,” pintanya. (edy/hmn)

BACA JUGA:  Sat Intelkam Polres Majene Tinjau SPPG

Komentar