MAJENE – Gema Ramadan yang telah dilaksanakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bina Bangsa Majene (BBM) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yapman Majene.
Gema Ramadhan yang dilaksanakan selama dua pekan untuk meningkatkan kualitas iman, takwa, dan spiritualitas selama bulan suci, serta menyemarakkan bulan Ramadhan melalui berbagai kegiatan islami, resmi ditutup Rabu (11/03/2026).
Program ini, bertujuan mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membentuk karakter yang lebih religius dan disiplin.
Penutupan dilakukan setelah penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba yang dilaksanakan selama Gema Ramadan,” terang Yuliana Sulaiman Ketua STIKes BBM.
Seperti biasanya, sebelum penutupan, Gema Ramadan diwarnai pembagian takjil kepada para masyarakat atau pengendara yang melinatas di depan kampus.
Yuliana mengatakan, pembagian takjil merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di setiap pelaksanaan Gema Ramadan untuk berbagi dengan sesama. “Dari sedari awal kami menanamkan sikap berbagi kepada para mahasiswa tentang berbagi sesama manusia,” jelas.
Kata dia, berbagi tidak hanya meringankan beban orang lain, melainkan juga mempererat persaudaraan dan menumbuhkan empati. “Bulan suci Ramadan adalah bulan yang mengajarkan kita tentang makna kesabaran, keikhlasan, kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan Gema Ramadan, tidak hanya memperkuat nilai-nilai keislaman, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah sebagai satu keluarga besar STIKes Bina Bangsa Majene.
“Kegiatan Gema Ramadan ada berbagi lomba yang dilaksanakan STIKes BBM dan STIE Yapman Majene, bertajuk islamik atau religi. Seperti hal lomba Azan, lomba ceramah, tausiyah, fashion show bertajuk islamik dan berbagai lomba lainnya,” terangnya.
Yuliana menyebut, Gema Ramadan merupakan kegiatan rutin STIKes BBM di setiap Ramadan untuk menanamkan nilai-nilai spritual dan moralitas bagi mahasiswa.
“Sedari awal kami selalu sampaikan bahwa bukan hanya pengetahuan dan keterampilan yang kami mau. Tapi nilai spiritual dan moralitas mahasiswa itu juga tetap terjaga,” paparnya.
Yuliana mengucap apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan mahasiswa yang telah bekerja keras, meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi terselenggaranya Gema Ramadan dengan baik.
“Semoga setiap usaha dan pengorbanan yang telah diberikan menjadi amal ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah SWT. Malam penutupan ini bukanlah akhir dari semangat kebersamaan yang telah kita bangun. Justru dari sinilah kita berharap semangat Ramadhan terus hidup dalam diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli dan lebih bermanfaat bagi sesama,” harapnya. (rls/hmn)







Komentar