MAJENE – Olahraga Domino Indonesia (ORADO) memiliki visi misi untuk menjadikan domino olahraga nasional yang bermartabat dan mempererat persaudaraan, pembinaan atlet profesional, kompetisi berjenjang, serta standar etika tinggi.
Pengurus Besar ORADO, didirikan Januari 2026, bertujuan mengubah citra domino dari sekadar permainan menjadi olahraga profesional yang berprestasi.
Untuk itu, Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO di berbagai daerah resmi dilantik sepanjang awal 2026, termasuk di Kabupaten Majene Sulawesi Barat, bertujuan membentuk kepengurusan, mencetak atlet berkelas, mengadakan pelatihan wasit, dan memperkuat legalitas olahraga domino.
Pengcab ORADO Kabupaten Majene resmi dinakhodai Dr. (H.C.) H. M. Rusbi Hamid, S.Sos., M.Si, untuk periode 2026-2030, ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Sulawesi Barat Nomor: 009/ SK-PENGPROV /ORADO / SULBAR/ II/ 2026 tanggal 25 Februari 2026 Tentang Penetapan Pengcab ORADO Majene yang berlangsung di Hotel Aflah Mamuju, Rabu 04 Maret 2026.
Penyerahan SK kepada Ketua Pengcab ORADO Majene didampingi Sekretaris Abdul Rahman, S.Pd. M.M. dan Bendahara H. Syamsul Basri serta Koordinator Wasit Azali Mudjahid, S.E.
“Kegiatan penyerahan SK kepengurusan Pengcab Orado ini tidak menggunakan anggaran negara, melainkan murni dibiayai oleh Pengurus Besar Organisasi Domino (PB Orado),” ujar Rusbi Hamid yang juga Staf Ahli Bupati Majene itu.
Ia menegaskan, akan memperkuat komitmen dalam melakukan pembinaan dan tata kelola olahraga domino secara menyeluruh. “Organisasi ini baru saja terbentuk secara nasional dan kini telah menyasar wilayah Kabupaten dan kota di Indonesia. Olahraga domino merupakan salah satu permainan rakyat yang digandrungi masyarakat,” paparnya.
Rusbi Hamid yang juga mantan Anggota DPRD Majene empat periode itu menyampaikan, kepengurusan ORADO Majene menunjukkan kesiapan yang sangat bagus, baik dari sisi struktur organisasi maupun program kerja, untuk menjadi fondasi penting untuk membangun sistem kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.
“Domino tidak lagi dipandang sekadar permainan rekreasi. Kami ingin membangun ekosistem yang lengkap, mulai dari klub, liga yang terstruktur, penyelenggaraan event berkualitas. Olahraga domino harus mampu menggerakkan industri dan menghadirkan nilai ekonomi,” akunya.
Ia juga mengaku, akan memfokuskqn pada kegiatan turnamen sebagai ajang penjaringan atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas), PON, hingga target jangka panjang pada multi event internasional.
“Kami memastikan seluruh program berjalan berbasis sistem yang terukur dan transparan. Kita juga akan mempersiapkan program perwasitan sehingga organisasi bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.(aco/hmn)







Komentar