MAJENE — Peralihan menuju kendaraan listrik bukan hanya soal teknologi, tetapi membangun masa depan yang lebih bersih dan berkeadilan.
Hal ini menjadi langkah strategis Jens Group dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mendukung transisi menuju energi bersih di kawasan timur Indonesia dengan menginisiasi pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Provinsi Sulawesi Barat.
Program ini, akan difokuskan pada tahap awal di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar melalui pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL).
Inisiatif ini, dikembangkan melalui kolaborasi dengan V-GREEN Global Charging Station Development Company sebagai investor dan penyedia infrastruktur pengisian daya, serta jaringan dealer kendaraan listrik VinFast melalui VinFast Veteran Makassar yang akan mendukung distribusi kendaraan listrik dan pengembangan pasar di wilayah Sulawesi Barat.
Direktur Jens Group Syamsuddin menetangkan, pengembangan infrastruktur kendaraan listrik merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan daerah menghadapi perubahan global menuju mobilitas rendah emisi.
“Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan kendaraan listrik di kawasan timur Indonesia,” terang Syamsuddin, Kamis (05/03/2026).
Ia berkeinginan akan mengambil peran sebagai pionir dengan menghadirkan infrastruktur yang memadai, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi hijau.
“Jens Group merencanakan pembangunan sejumlah SPKL di titik-titik strategis di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar. Infrastruktur ini dirancang menjadi koridor awal jaringan pengisian kendaraan listrik di wilayah Sulawesi Barat,” akunya.
Keberadaan SPKL lanjutnya, tentu diharapkan menjadi katalisator bagi meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, baik dari masyarakat, pelaku usaha, maupun sektor transportasi di daerah.
“Inisiatif ini juga mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Majene dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar setelah dilaksanakan pertemuan resmi antara Jens Group dan pemerintah daerah untuk membahas potensi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di wilayahnya,” ujar Syamsuddin.
Melalui program pengisian kendaraan listrik, Pemerintah Daerah menilai, akan sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi daerah, serta pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan.
“Ini akan berkolaborasi dengan VinFast sebagai produsen kendaraan listrik global, yang diharapkan dapat mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Sulawesi Barat. Sementara itu, dukungan V-GREEN Charging Station akan memastikan tersedianya infrastruktur pengisian daya yang aman, modern, dan berstandar nasional,” urainya.
Dikatakan, lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Jens Group untuk mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan, mengurangi emisi karbon, serta mendukung target energi bersih nasional.
“Selain itu, program ini juga diharapkan membuka peluang investasi di sektor energi hijau dan teknologi transportasi, sekaligus menciptakan lapangan kerja serta peluang usaha baru bagi masyarakat lokal,” tuturnya.
Head of Business Development Jens Group Muhammad Ayyub menjelaskan, Kabupaten Majene dan Polewali Mandar dipilih sebagai lokasi tahap awal, karena memiliki posisi strategis sebagai jalur penghubung utama di Sulawesi Barat serta menunjukkan pertumbuhan ekonomi daerah yang positif.
“Ke depan, Jens Group menargetkan pengembangan jaringan SPKL secara bertahap ke kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Barat sampai Sulawesi Tengah sehingga tercipta jaringan infrastruktur kendaraan listrik yang terintegrasi di kawasan ini,” katanya.
Untuk itu, Jens Group menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak transformasi energi bersih di daerah serta menghadirkan solusi mobilitas masa depan yang modern, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (rls/hmn)







Komentar