MAMUJU – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Barat melaksanakan Pengajian Ramadhan 1447 H dengan tema “Implementasi Nilai Islam Berkemajuan Pendidikan Muhammadiyah”.
Pengajian yang dilaksanakan Bidang Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) berlangsung di Aula Kampus II Universitas Muhammadiyah Mamuju, Jalan Prof Baharuddin Lopa, Mamuju, Ahad 1 Maret 2026.
Ketua MPKSDI PW Muhammadiyah Sulbar, Kaharuddin, S.Pd., M.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan program kerja rutin PW Muhammadiyah Sulawesi Barat.
Pengajian ini dilaksanakan secara hybrid yang diikuti Pengurus dan Kader Muhammadiyah, Organisasi Ortonom, Dosen dan Pengelola Unimaju.
Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) Dr. H. Muh. Tahir, M.Si, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mendukung Unimaju menjadi perguruan tinggi yang mampu berdaya saing.
Menurut Muh. Tahir, Unimaju harus didesain menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan kompetitif. Itu berarti, kualitas pendidikan di Unimaju harus selalu ditingkatkan, utamanya terkait dengan peningkatan Sumber Daya Manusia.
Apalagi, kata Muh. Tahir, Unimaju kini mempunyai pandangan kedepan untuk meraih akreditasi lebih tinggi sebagai perguruan tinggi dengan Akreditasi Unggul.
Sebagai Rektor Unimaju, Muh. Tahir juga mengingatkan misi secara bersama Pergerakan Muhammadiyah pada bidang bisnis maupun bidang sosial. Unimaju, lanjutnya, selalu memadukan dalam penerapan kedua misi pada bidang tersebut.
Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sulawesi Barat, Dr. K.H. Wahyun Mawardi, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi membawakan materi “Implementasi Risalah Islam Berkemajuan dalam Pendidikan Muhammadiyah”.
Dalam sambutannya, Wahyun Mawardi mengawali pemaparannya dalam memahami Islam Berkemajuan.
Menurutnya, Islam Berkemajuan adalah cara pandang dalam memahami Islam secara universal dan mengajarkan kemajuan.
Islam Berkemajuan juga menuntut kepada umat dalam mewujudkan kemajuan di semua aspek kehidupan.
Aspek kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan pribadi, masyarakat, umat bangsa dan kemanusiaan.
Wahyun Mawardi juga menyampaikan Spirit KH Ahmad Dahlan.
“Dadiyo Kyai sing kamajuan lan aja kesel-kesel anggonmu nyambutgawe kanggo Muhhamdiya”.
Yang menurut Wahyun Mawardi maknanya adalah menjadi kyai yang berkemajuan dengan tidak bosan-bosan berjuang di bawah Muhammadiyah.
Konsep Dasar Islam Berkemajuan, lanjutnya, lebih menekankan pada misi Islam Berkemajuan yang memandang bahwa pada hakikatnya manusia dilahirkan untuk mendorong peradaban utama yang berakar pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta bersumber pada tauhid murni.
Wahyun Mawardi juga menyampaikan lima karakter Islam Berkemajuan yakni:
- Berlandaskan Tauhid
- Bersumber pad Al-Qur’an dan As Sunnah
- Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid
- Mengembangkan wasathiyyah
- Mewujudkan rahmatan lil alamin.
Islam Berkemajuan, lanjutnya, juga tidak bisa dipisahkan dengan pemanfaatan akal dan ilmu pengetahuan sebagai salah satu Manhaj Islam Berkemajuan.
Di akhir pemaparannya, Wahyun Mawardi menyampaikan pandangan Prof Malik Fajar tentang hakikat pendidikan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK).
Menurutnya, Hakikat Pendidikan AIK adalah:
- Islam yang menggembirakan.
- Islam yang suka memberi.
- Islam yang berpandangan luas.
- Islam yang membangkitkan dan menggerakkan.
Untuk itu, lanjutnya, para pendidik dan peserta didik dituntut untuk berpemikiran, bersikap dan bertindak yang mencerminkan Islam yang berkemajuan dan mencerahkan.
Sekaligus, kata dia, menjadi role model yang dapat diteladani dalam menampilkan Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan.
Sebagai kesimpulan, Wahyun Mawardi menegaskan bahwa dengan mengimplementasikan nilai Risalah Islam Berkemajuan dalam pendidikan Muhammadiyah, berupa untuk melahirkan generasi yang unggul secara intelektual dan kokoh secara spriritual. (***)







Komentar