Rutan Majene Budayakan Literasi di Balik Jeruji

MAJENE, PROSULBAR.COM – Perpustakaan menjadi instrumen krusial dalam mengubah citra pemasyarakatan dari sekadar tempat hukuman menjadi tempat perbaikan diri.

Untuk itu, perpustakaan Warga Binaan (WB) merupakan sarana rehabilitasi yang berfungsi sebagai pusat edukasi, refleksi diri, dan pengembangan wawasan bagi narapidana, Rutan, dan Lapas.

Fasilitas ini, bertujuan meningkatkan keterampilan, mendukung reintegrasi sosial, serta meningkatkan kualitas diri agar WB lebih produktif saat kembali ke masyarakat.

Karena itu, guna memperkuat program pembinaan kepribadian dan memperluas wawasan WB, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene mengoptimalkan layanan perpustakaan di dalam lingkungan hunian.

Langkah ini, untuk memastikan bahwa keterbatasan ruang gerak tidak menghalangi hak WB dalam mengakses informasi dan ilmu pengetahuan.

Fasilitas perpustakaan, para WB Rutan Majene antusias membaca buku, dan memanfaatkan waktu luang untuk menyerap informasi dan pengetahuan baru dengan pengawasan langsung pegawai dan peserta magang Rutan Majene.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan mentalitas WB,” terang Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, Rabu (25/02/2026).

Melalui program perpustakaan lanjutnya, sesuai dengan Undang-undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022, Akses terhadap literasi adalah hak yang dijamin negara bagi setiap warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Kehadiran perpustakaan di dalam rutan bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan instrumen penting untuk membantu WB melakukan refleksi diri dan mempersiapkan kembalinya mereka ke masyarakat,” jelasnya.

Christy Jozef Thenu mengutarakan, perpustakaan merupakan jendela dunia yang sangat krusial bagi WB. “Kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat. Dengan membaca, WB dapat memanfaatkan waktu secara positif, mengurangi tingkat stres, dan memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat setelah bebas nanti,” tuturnya.

BACA JUGA:  Bahtiar Jamin Inflasi Sulbar Terkendali Jelang Nataru

Sementara, Pegawai Rutan Majene Imam dari layanan perpustakaan mengungkapkan, antusiasme WB memberikan kepuasan tersendiri dalam menjalankan tugas pembinaan.

“Kami tidak hanya sekadar menjaga keamanan di ruang perpustakaan, tapi juga berperan sebagai fasilitator. Banyak dari mereka yang datang untuk berkonsultasi mengenai rekomendasi buku, terutama buku-buku keterampilan praktis,” akunya.

Ditempat yang sama, seorang WB Wahyudi mengaku, sangat terbantu dengan adanya layanan perpustakaan. “Membaca buku membantu saya melupakan sejenak tekanan di sini dan memberi harapan baru melalui ilmu yang saya baca,” akunya.

Kegiatan literasi yang konsisten dan pengawasan yang suportif, Rutan Majene berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang edukatif, sehingga setiap WB dapat keluar sebagai pribadi yang lebih mandiri dan berpengetahuan luas. (rls/hmn)

Komentar