Tingkatkan Kualitas Ibadah di Bulan Ramadan, Rutan Majene Bekali WB Pemahaman Taharah Dan Praktik Wudhu

MAJENE, PROSULBAR.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene berikan Kelas Fiqih bagi Warga Binaan (WB) di Aula Rutan Majene, Kamis (19/02/2026).

Program pembinaan kepribadian ini, sebagai upaya meningkatkan pemahaman keagamaan serta membentuk karakter WB yang lebih baik selama bulan Ramadan.

“Kegiatan ini dipandu peserta magang nasional Rutan Majene untuk memberikan pemahaman dasar mengenai fiqih ibadah, khususnya terkait taharah (Bersuci) serta tata cara wudhu yang benar sesuai syariat Islam,” terang Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu.

Dalam program lanjutnya, terdapat beberapa kegiatan, terdiri dari pemberian materi Taharah dan praktik wudhu bagi WB, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Christy Jozef Thenu mengemukakan, pembinaan keagamaan merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pembentukan karakter WB. “Pembinaan keagamaan seperti ini diharapkan mampu memberikan bekal spiritual bagi WB,” harapnya.

Melalui pemahaman fiqih yang benar, WB tidak hanya menjalankan ibadah secara rutin, tetapi juga memahami makna dan tata cara yang sesuai dengan tuntunan agama. Untuk itu kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Rutan Majene dalam memberikan pembinaan yang komprehensif.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang bermanfaat, baik dari sisi kepribadian maupun keterampilan. Harapannya, WB dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Seorang peserta magang Husuniah menjelaskan, kelas fiqih difokuskan pada pemahaman dasar yang sering kali dianggap sederhana, namun sangat penting dalam ibadah sehari-hari.

“Materi taharah dan wudu merupakan dasar dari sah atau tidaknya ibadah Salat. Apa yang dipelajari dapat terus diamalkan, tidak hanya selama berada di Rutan, tetapi juga setelah kembali ke lingkungan masyarakat,” harapnya.

BACA JUGA:  KPU Gelar FGD Pandangan dan Sikap KPU Terhadap Putusan PN Jakpus

Ditempat yang sama, seorang WB Amrillah merasa bersyukur karena memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dalam program kelas fiqih. “Kadang kami merasa sudah tahu cara wudhu, tapi ternyata masih ada yang perlu diperbaiki,” bebernya.

Dengan terselenggaranya Kelas Fikih, Rutan Kelas IIB Majene berharap pembinaan keagamaan dapat menjadi sarana introspeksi dan perbaikan diri WB, sehingga mampu membentuk pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. (rls/hmn)

Komentar