MAJENE, PROSULBAR.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene menggelar Upacara Penyematan Tanda Pangkat Pegawai di Aula Rutan Majene, Kamis (19/02/2026).
Upacara ini, merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja pegawai yang telah memenuhi persyaratan kenaikan pangkat, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan profesionalitas dan tanggung jawab.
“Apel ini dilantik sebanyak delapan pegawai, yakni atas nama Nardin, Yusrianto, Sutrisno, Rukmana, Jasman, Ulva Agriani, Lutfhia Aspar, dan Satriyana serta diikuti pejabat struktural dan seluruh pegawai,” terang Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu.
Prosesi penyematan tanda pangkat berlangsung khidmat sebagai simbol amanah baru yang harus diemban para pegawai. “Kenaikan pangkat bukan hanya sekadar hak administratif yang diterima pegawai, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi serta kepercayaan yang diberikan institusi,” paparnya.
Christy menekankan, setiap kenaikan pangkat harus diiringi dengan peningkatan kualitas kinerja, integritas, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.
“Kenaikan pangkat bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ini adalah bentuk apresiasi negara atas kinerja saudara, namun juga menjadi pengingat agar kita terus menjaga integritas dan profesionalitas,” pesannya.
Dikemukakan, pegawai pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan yang humanis kepada Warga Binaan (WB). Sehingga diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat budaya kerja yang disiplin dan akuntabel.
“Kita adalah bagian dari sistem pemasyarakatan yang dituntut bekerja secara profesional dan berintegritas. Jadikan kenaikan pangkat ini sebagai motivasi untuk terus berkembang dan menjadi teladan bagi rekan kerja,” pintanya.
Ditempat yang sama, Kepala Subseksi Pengelolaan Muhammad Taha menuturkan, proses kenaikan pangkat telah melalui tahapan administrasi dan evaluasi kinerja secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku. Serta seluruh prosedur dilakukan secara transparan guna memastikan keadilan bagi setiap pegawai.
“Seluruh proses kenaikan pangkat telah melalui verifikasi dan penilaian yang objektif serta transparan. Ini memastikan bahwa penghargaan diberikan kepada pegawai yang memang memenuhi kriteria,” tuturnya.
Ia juga berharap, agar pegawai yang menerima kenaikan pangkat dapat menjadi motivasi bagi pegawai lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri. “Kami berharap kenaikan pangkat ini menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai untuk terus menunjukkan dedikasi, meningkatkan kompetensi, dan menjaga semangat kebersamaan dalam bekerja,” harapnya.
Salah seorang pegawai yang menerima kenaikan pangkat Lutfhia mengucap rasa syukur atas pencapaian dan menganggapnya sebagai bentuk kepercayaan yang harus dijaga. “Dukungan pimpinan dan rekan kerja sangat berperan dalam perjalanan kariernya. Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk bekerja lebih baik, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab,” tegasnya.
Kenaikan pangkat bukan hanya perubahan simbol di seragam, melainkan peningkatan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Bagi saya, ini bukan sekadar penyematan tanda pangkat, tetapi amanah yang harus saya jalankan dengan penuh komitmen. Semoga saya bisa terus memberikan kontribusi terbaik bagi Rutan Majene,” harapnya.
Kegiatan apel ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pegawai yang menerima kenaikan pangkat serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus membangun Rutan Majene yang semakin profesional dan berintegritas. (rls/hmn)







Komentar