MAJENE, PROSULBAR.COM – Badan Pengawas Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Majene sukses menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif di komunitas Jawa, menekankan peran masyarakat dalam menjaga integritas demokrasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program massipa’ (massifkan pengawasan partisipatif) yang digelar di Kelurahan Tande Timur, Minggu (15/02/2026).
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Majene Yanti Reski Amaliah menyampaikan sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait peran dan fungsi pengawasan Pemilu, serta mendorong keterlibatan aktif warga dalam mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu yang akan datang.
“Seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas berbasis paguyuban dan kedaerahan, memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi,” pintanya.
Yanti mengungkapkan pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat, sehingga diharapkan komunitas orang Jawa yang berdomisili di Majene dapat menjadi mitra pengawasan yang turut mengedukasi.
“kita juga harus menolak politik uang, serta mencegah penyebaran informasi hoaks yang dapat memicu konflik sosial,” ujarnya.
Perwakilan komunitas orang Jawa di Kabupaten Majene menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung pengawasan partisipatif dan siap berkolaborasi.
“Komunitas orang Jawa yang hadir tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi yang berlangsung interaktif,” tuturnya. (rls/hmn)







Komentar