MAJENE, PROSULBAR.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene melakukan penggeledahan rutin pada Blok Kamar Hunian Warga Binaan (WB), Kamis (12/02/2026).
Penggeledahan itu, dalam rangka menindaklanjuti tembusan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk melakukan razia secara rutin dan serius di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) serta sebagai Pilot Project Rutan BENAR (Bersih dari Narkoba)
Kepala Rutan Majene Christy Jozef Thenu memerintahkan langsung kepada Anggota Regu Jaga dan Pegawai untuk melakukan Penggeledahan Badan, Blok dan Kamar Hunian WB Pemasyarakatan di lingkungan Rutan Kelas IIB Majene.
“Ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, sekaligus bentuk pengawasan melekat untuk memastikan kondisi rutan tetap aman dan kondusif,” jelasnya.
Penggeledahan yang dilakukan, juga sebagai langkah pencegahan dan antisipasi masuknya barang terlarang di Rutan kelas IIB Majene. “Penggeledehan dilakukan di beberapa kamar hunian WB, tidak ditemukan handphone, narkoba, dan obat-obatan terlarang,” katanya.
Christy Jozef Thenu menjelaskan, razia merupakan komitmen jajaran Rutan Majene dalam mewujudkan lingkungan yang steril dari barang-barang terlarang, terutama narkoba dan alat komunikasi ilegal.
“Penggeledahan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan implementasi nyata dari program Rutan BENAR. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada celah bagi peredaran gelap narkoba maupun gangguan kamtib lainnya di dalam rutan. Integritas petugas adalah kunci utama dalam keberhasilan deteksi dini ini,” tuturnya.
Komandan Jaga Abdurrochiem juga menjelaskan, teknis penggeledahan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan pendekatan yang persuasif kepada para warga binaan.
“Seluruh sudut kamar, mulai dari loker, tempat tidur, hingga ventilasi, kami periksa dengan teliti,” ujarnya.
Meskipun sasaran utamanya adalah barang terlarang lanjutnya, pihaknya juga menyita benda-benda tajam atau perkakas besi yang berpotensi disalahgunakan untuk menjaga keselamatan bersama di dalam blok hunian.
Seorang WB Sapri menyampaikan, rekan-rekan sesama WBP mendukung langkah petugas demi kenyamanan selama menjalani masa pidana. “Kami merasa lebih tenang jika suasana rutan bersih dan aman. Penggeledahan dilakukan dengan sopan dari para petugas, jadi kami kooperatif dalam mengikuti prosedurnya,” pungkasnya. (rls/hmn)







Komentar