Sosialisasi PPDB, Andi Asraf: Sekolah Terdampak Bencana Harus Segera Ditangani

MAJENE, PROSULBAR.COM – Peningkatan transparansi dan keadilan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah upaya bersama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas.

Karena itu, trasparansi merupakan dasar dari kebebasan seseorang untuk mendapatkan informasi secara langsung. Selain itu, transparansi dalam menejemen pendidikan memiliki fokus terhadap pemaparan informasi yang relevan dan penting bagi para pemangku kepentingan dengan berbagai aspek lembaga pendididkan menjadi lebih jelas.

Pernyataan ini, senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene Andi Asraf Tammalele pada sosialisasi PPDB di Aula Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Malunda, Sabtu (17/01/2026).

Dihadapan Kepala UPTD Malunda Syarifuddin bersama para kepala sekolah, guru, serta tokoh masyarakat setempat, Andi Asraf menjelaskan, kegiatan sosialisasi untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait mekanisme, persyaratan, jalur pendaftaran, hingga jadwal pelaksanaan PPDB, agar dapat dipahami secara merata seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

“Sosialisasi ini, sangat penting agar orang tua dan peserta didik memahami prosedur sejak awal. Dan PPDB harus secara objektif, transparan dan akuntabel, supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun polemik di tengah masyarakat,” paparnya.

Setelah kegiatan sosialisasi, Andi Asraf juga mengunjungi SDN 16 Tanisi Malunda untuk melihat kondisi yang masih memperihatinkan pasca gempa bumi pada 2021 lalu.

“Kedua kegiatan ini, merupakan komitmen untuk lebih meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah kita ini,” ujar Asraf.

Atas kondisi SDN 16 Tanisi, Andi Asraf berkomitmen untuk mengawal proses perbaikan dan pembenahan sejumlah fasilitas. “Lingkungan belajar yang aman dan layak merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara maksimal. Hal ini menjadi catatan penting bagi kami dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Majene,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Langkah Abdul Chaliq Terhenti, Atlet Taekwondo Sulbar Dirujuk ke Rumah Sakit Akibat Cidera Parah Saat Tanding

Asraf yang baru menakhodai Disdikpora Majene itu mengaku, segera menjadwalkan pertemuan dengan Anggota DPRD Kabupaten Majene guna membahas sejumlah isu strategis terkait pengembangan sektor pendidikan serta pembinaan pemuda dan olahraga di Kabupaten Majene.

“Sekolah yang terdampak bencana tidak boleh dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan dan harus segera ditangani,” tegas saudara Bupati Majene itu.

Di tempat yang sama, Kepala SDN 16 Tanisi Nuzaid menguraikan, kondisi sarana dan prasarana SDN 16 Tanisi sangat memerlukan perhatian serius. “Beberapa fasilitas belajar mengalami kerusakan dan belum mendapatkan penanganan optimal dalam beberapa tahun terakhir,” tuturnya.

Ia juga berharap, dapat memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Kadisdikpora Majene, guna memastikan program pendidikan berjalan sesuai harapan serta menjawab berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan di lapangan, khususnya di wilayah yang terdampak bencana dan membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (hmn)

Komentar